Boleh Memodifikasi Kendaraan Bermotor. Asal…

Akhir-akhir ini sedang maraknya pemberitaan denda tilang yang nilainya bisa mencapai Rp 24 juta rupiah bagi siapa saja yang memodifikasi kendaraannya. Berita ini tentu menciptakan publik bertanya-tanya. Benarkah dilarang memodif kendaraan?

Nah, untuk menjawab hal itu, gres saja Bintom mendapat isu menyejukkan, bahwa modifikasi motor itu boleh saja dilakukan. Tetapi ada ketentuan yang harus dipenuhi. Apa saja? Yuk kita simak bahu-membahu sebagaimana kami kutipkan dari fans page Div Humas Mabes Polisi Republik Indonesia berikut ini:

Bagi pecinta otomotif yang hobi ngoprek mesin/modif kendaraan mulai dari warna konstruski bodi/rangka dll niscaya sering timbul pertanyaan, apakah hasil modifan saya ini melanggar hukum? gimana ya kalo nanti ditilang?, kemudian apa sih dasarnya bisa ditilang? Duhh kemudian harus bagaimana biar bisa tetep baiklah dijalan tanpa melanggar hukum? Mari kita ulas bahu-membahu bagi ada yang punya pengalaman menarik silahkan di share..

Menurut para pecinta otomotif gaya modifikasi kendaraan motor/mobil memang mengapresiasikan dan memperlihatkan jati diri, begitu angkut dari diler eksklusif dibawa ke bengkel modifikasi. Ada juga yang sudah bosan dengan kendaraan yang tampilannya itu-itu aja, tapi sayang untuk ganti dan beli kendaraan baru, atau sebab pertimbangan lainnya, ibarat faktor dana. Namun bagaimana hasilnya kalau semua alasan tersebut terpatahkan sebab dinilai melanggar hukum?? Nahloo???

Pertama-tama coba kita baca petikan Undang-undang Berikut:

�Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling usang 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).�

di atas merupakan suara pasal 277 Undang-Undang No. 22 tahun 2009 wacana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Duhh ngeri ya!!

Lalu bagaimana solusinya? Solusinya ya Uji Tipe!

Uji tipe kendaraan bermotor ialah pengujian yang dilakukan terhadap fisik kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangkit dan rekayasa kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibentuk dan atau dirakit dan atau dimpor secara masal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi. Sesuai dengan Keputusan Menetri Perhubungan No. 9 Tahun 2004 wacana Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Uji tipe bertujuan untuk memperlihatkan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan, selain itu uji tipe juga bertujuan melestarikan lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor di jalan.

Tuhkan! Tujuannya baik kok�.

Tapi, memangnya harus ya pak? Klo gak uji tipe trus kenapa?

Setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Indonesia atau yang dirakit di tanah air secara legal dan bagi kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi WAJIB dilakukan uji tipe terlebih dahulu. Sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 wacana Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 50 ayat (1)

�Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) aksara a wajib dilakukan bagi setiap Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor, dibentuk dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe�

Terus modif yang dimaksud itu yang ibarat apa?

UU No. 22 tahun 2009 wacana Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (1) �Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) sanggup berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.�

Tuhkan! Bagi kendaraan bermotor yang telah dimodif baik dari segi dimensi (panjang/lebar kendaraan), Mesin dan kemampuan daya angkut WAJIB dilakuka uji tipe!! UU No. 22 tahun 2009 wacana Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (2) �Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.�

Nahhh untuk kalian pecinta otomotif yang hobi Modif untuk dipakai dijalan ibarat bore up mesin, ganti mesin (dari mesin motor/mobil jenis A diganti menjadi mesin motor/mobil B demi mempunyai CC tertentu), merubah rangka dll kendaraan disarankan untuk uji tipe terlebih dahulu. Hal tersebut tentunya juga berlaku bagi kendaraan yang hanya memodifikasi warna/cat. Semua itu bertujuan biar nantinya STNK yang kita miliki sesuai dengan fisik kendaraan baik itu nomor mesin, rangka, model, cat dll. Serta kendaraan tersebut layak melaju di jalan sebab sudah memenuhi standar yang ditentukan.

Jadi jangan salahkan petugas apabila suatu ketika nanti Mitra Humas ditilang/disita kendaraannya apabila terbukti dimodifikasi tanpa dilakukan uji tipe terlebih dahulu.