Ketentuan Dan Pembagian Terstruktur Mengenai Penggunan Surat Ijin Mengemudi (Sim) Di Indonesia

BintangOtomotif.com – Salah satu persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh pengemudi kendaraan bermotor yaitu mempunyai Surat Ijin Mengemudi atau yang biasa disingkat dengan SIM. Tanpa mempunyai SIM ketika mengemudi, maka seseorang sanggup dikenai eksekusi pidana.

Apa eksekusi pidananya? Sesuai dengan UU NO. 22 Tahun 2009, berikut ini pidana jikalau tidak mempunyai SIM:

Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak mempunyai SIM dipidana dengan pidana kurungan paling usang 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).Setiap pengendara kendaraan bermotor yang mempunyai SIM namun tak sanggup menunjukkannya ketika razia dipidana dengan pidana kurungan paling usang 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

Berikut ini ketentuan dan pembagian terstruktur mengenai atau jenis Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor�perseorangan di Indonesia sebagaimana termaktub dalam UU No. 22 Tahun 2009 pasal 80.

Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor�perseorangan di Indonesia digolongkan menjadi:

Surat Izin Mengemudi A berlaku untuk mengemudikan�mobil penumpang dan barang perseorangan dengan�jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 (tiga�ribu lima ratus) kilogram;Surat Izin Mengemudi B I berlaku untuk mengemudikan�mobil penumpang dan barang perseorangan dengan�jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 (tiga�ribu lima ratus) kilogram;Surat Izin Mengemudi B II berlaku untuk mengemudikan�Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan�Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau�gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan�untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000�(seribu) kilogram;Surat Izin Mengemudi C berlaku untuk mengemudikan�Sepeda Motor; danSurat Izin Mengemudi D berlaku untuk mengemudikan�kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Adapun persyaratan usia yang diperbolehkan untuk sanggup mempunyai SIM yaitu sebagai berikut:

Usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin�Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat�Izin Mengemudi D;Usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin�Mengemudi B I; danUsia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin�Mengemudi B II.

Selain persyaratan usia, setiap Pengemudi�Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan�permohonan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Untuk mendapat Surat Izin Mengemudi B I, harus mempunyai Surat Izin�Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas)�bulan; danUntuk sanggup mendapat Surat Izin Mengemudi B II harus mempunyai Surat Izin�Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas)�bulan.

Selain persyaratan di atas, berlaku juga ketentuan lain soal penggunaan Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor, yaitu dapat�digunakan sebagai Surat Izin Mengemudi Kendaraan�Bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah,�sebagai berikut:

Surat Izin Mengemudi A Umum sanggup berlaku untuk�mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya�menggunakan Surat Izin Mengemudi A;Surat Izin Mengemudi B I sanggup berlaku untuk�mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya�menggunakan Surat Izin Mengemudi A;Surat Izin Mengemudi B I Umum sanggup berlaku untuk�mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya�menggunakan Surat Izin mengemudi A, Surat Izin�Mengemudi A Umum, dan Surat Izin Mengemudi B I;Surat Izin Mengemudi B II sanggup berlaku untuk�mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya�menggunakan Surat Izin Mengemudi A dan Surat Izin�Mengemudi B I; atauSurat Izin Mengemudi B II Umum sanggup berlaku untuk�mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya�menggunakan Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin�Mengemudi A Umum, Surat Izin Mengemudi B I, Surat Izin�Mengemudi B I Umum, dan Surat Izin Mengemudi B II.

Demikian uraian tentang�Ketentuan dan Klasifikasi Penggunan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Indonesia. Semoga bermanfaat.